welcome! I am Dique Noegrovic

Minggu, 13 Februari 2011

Kepulauan Raja Ampat

Indonesia merupakan surga bagi para pecinta alam dunia ini, betapa tidak, Indonesia memiliki banyak objek wisata terbaik dunia, misalnya Kepulauan Raja Ampat di Papua ini.
Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kepulauan ini sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.
Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.



Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Mereka seakan ingin menjelajahi seluruh perairan di “Kepala Burung” Pulau Papua.
Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.
Sebagai daerah kepulauan, satu-satunya transportasi antar pulau dan penunjang kegiatan masyarakat Raja Ampat adalah angkutan laut. Demikian juga untuk menjangkau Waisai, ibu kota kabupaten. Bila menggunakan pesawat udara, lebih dulu menuju Kota Sorong. Setelah itu, dari Sorong perjalanan ke Waisai dilanjutkan dengan transportasi laut. Sarana yang tersedia adalah kapal cepat berkapasitas 10, 15, atau 30 orang. Dengan biaya sekitar Rp. 2 juta, Waisai dapat dijangkau dalam waktu 1,5 hingga dua jam.
Untuk tarif penginapan sendiri, permalamnya dipatok dengan harga minimal 75 Euro atau 900.000 rupiah permalam. Dan jika ingin menyelam di 1 lokasi, ada biaya diving sekitar 30 euro atau Rp. 360.000,- . Sebuah biaya yang layak untuk Anda keluarkan mengingat didalam laut kepulauan raja ampat ini, dari 537 jenis karang didunia hampir 75 persen terdapat didalam perairan sini, ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska, keren banget kan ?
Untuk Anda yang hanya ingin short trip, disarankan langsung ke pulau mansuar lokasi tempat papua diving berada, yang merupakan tempat favorit para turis asing. Fasilitas dan pelayanannya sudah berstandart international, dan juga makanannya. caranya adalah Anda mendarat dibandara Domne Eduar d Osok, sorong. Langsung menuju lokasi dengan kapal speedboat sekitar 10 orang dengan tarif sekali jalan 3.2 juta rupiah. Dibutuhkan waktu 3-4 jam untuk mencapai pulau mansuar.

Berikut Gambar Kepulauan Raja Ampat:
( Perumahan Nelayan Kepulauan Raja Ampat )

( Jajaran Pulau-pulau Kecil Di Kep. Raja Ampat )

( Aliran Air Diantara Dua Pulau )

Indah bukaan??

1 komentar: