Perubahan secara Fundamental, i.e:
Berlakunya,
*UUD 45 dari 18-08-45 sampai 27-12-49
*Konstitusi RIS dari 27-12-49 sampai 17-08-50
*UUDS dari 17-08-1950 sampai 05-07-59
*UUD 45 dari 05-07-59 until now
Sidang PPKI I
1. Mengesyahkan UUD 45
2. Memilih Pres & Wapres
3. Membentuk sebuah Komnas
Sidang PPKI II
1. Membentuk KNIP
2. Membentuk kementrian negara
3. Membagi wilayah Indonesia ke dlm 8 provinsi
Pergantian Kabinet
1. Kab. Natsir: 06-september-1950 - 21-maret-1951
2. Kab. Soekiman: 27-april-1951 - 03-april-1952
3. Kab. Wilopo: 03-april-1952 - 03-juni-1953
4. Kab. Aliwongso: 31-juli-1953 - 12-agustus-1955
5. Kab. Burhanudin Harahaf: 12-agustus-1955 - 03-maret-1956
6. Kab. Ali II: 20-maret-1956 - 04-maret-1957
7. Kab. Djuanda: 09-april-1957 - 05-juli-1959
isi Maklumat 3 November: "agar rakyat Indonesia diberi kesempatan seluas-luasnya utk mendirikan Parpol"
Pemilu 2 tahap:
1. 29-september-1955 memilih anggota DPR
2. 15-desember-1955 memilih badan konstituante.
29 Negara KAA:
-5 Negara Pengundang: I2 PBS
-6 Negara Afrika: EL2 SPEM
-18 Negara Asia: AKI2 JL2N MPY2 V2 RS2T
MISI GARUDA Ke Timteng:
1. MG 1: Letkol Hartoyo & Sugiarto
2. MG 6: Kol. Rudini, Mayor Basofi Sudirman & Kol. Sudiman Shaleh
3. MG 8: Kol. Gunawan Wibisono
>> UNEF (United Nation Emergency Forces)
MISI GARUDA Ke Kongo:
1. MG 2: Kol. Priatna
2. MG 3: Brigjen Kemal Idris
>> UNOC (United Nation Operation for the Congo)
MISI GARUDA Ke Vietnam:
1. MG 4: Brigjen TNI Wiyogo
2. MG 5: Brigjen Harsoyo
3. MG 7: Brigjen Sukemi Sumantri
4. MG 7B: Brigjen Bambang Sumantri
>> ICCS (International Commisioning of Control and Supervision)
Dekrit Presiden:
1. Tdk berlakunya UUD 1950 dan berlaku kembali UUD 1945
2. Pembubaran badan konstituante
3. Membentuk MPRS & DPAS
Trikora
1. Gagalkan pembentukan negara Papua buatan Belanda
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di Irian Barat, dan
3. Bersiaplah untuk menghadapi mobilisasi umum
Komando operasi diatur menjadi 3 fase:
1. Infiltrasi: penyusupan ke sasaran tertentu utk menciptakan daerah bebas de facto
2. Eksploitasi: mengadakan serangan terbuka terhadap induk serangan lawan
3. Konsilidasi: mendudukan kekuasaan RI secara mutlak di Irian Barat
"hanya sedikit nulis.y coz cape segini jg"
Senin, 07 Desember 2009
Minggu, 06 Desember 2009
BAHASA INDONESIA
APRESIASI SASTRA
Apresiasi dapat diartikan sbg suatu langkah utk mengenal, memahami, dan menghayati suatu karya sastra.
-Unsur intrinsik: Tema, Alur, Watak, Tokoh, Latar, Amanat, Sudut Pandang dan Gaya Bahasa.
-Unsur ekstrinsik:
1. Latar belakang pengarang
2. Tujuan penulis
3. Latar sosial budaya
4. Latar belakang pendidikan.
Prosa adalah karya sastra yg bebas, tidak terikat oleh rima, irama dan bunyi seperti puisi.
Menurut isinya, prosa ada 2, i.e:
1. Prosa Fiksi (rekaan/khayalan).
Contoh: Cerpen, Novel, Dongeng.
Apresiasi prosa:
1. Tema
2. Alur/plot
a. Plot Ledakan
b. Plot Lembut
c. Plot Lembut Meledak.
Berdasar sifat:
a. Plot Terbuka
b. Plot Tertutup
c. Plot Campuran
3. Sudut Pandang
a. Sudut pandang maha kuasa
b. Sudut pandang orang pertama
c. Sudut pandang penilai
d. Sudut pandang objektif
4. Amanat
Prosa Nonfiksi (informasi faktual).
Contoh: Artikel, Tajuk Rencana, Opini, Feature, Biografi, Tips, Reportase, Iklan, Pidato.
Ada 4 metode pidato:
1. Metode improptu
2. Metode naskah
3. Metode hafalan
4. Metode ekstemporan.
MAKNA IDIOMATIK
1. Makna Denotatif dan Konotatif
Makna Denotatif adalah makna sebenarnya. Makna Konotatif adalah makna bukan sebenarnya.
2. Majas
-Majas Perbandingan
a. Asosiasi
ex: Cobaan ini seperti badai yg tiada henti.
b. Metafora
ex: Dia sampah masyarakat disini.
c. Personifikasi
ex: Mentari pagi tersenyum menyambut hari
d. Antitesis
ex: Anak itu malah bangga atas kegagalannya dlm tes masuk UN.
e. Pleonasme
ex: Saya melihat kejadian itu dgn mata kepala saya sendiri.
f. Tautologi
ex: Sang ibu mencintai anak yg merupakan darah dagingnya sendiri.
-Majas Pertentangan
a. Hiperbola
ex: Buku Harry Potters telah mengguncang dunia.
b. Litotes
ex: Kalau ibu berkenan mampirlah ke gubuk kami.
c. Ironi
ex: Rajin sekali Anda datang ke sekolah, bel masuk sudah berbunyi 7 jam yg lalu. Hehe..
d. Paradoks
ex: Dia kesepian di tengah keramaian kota.
e. Klimaks
ex: Jangankan sebulan, setahun, sewindu pun kamu akan kutunggu. (demi cinta lah)
f. Antiklimaks
ex: Jangankan seribu, atau seratus, serupiah pun aku tak punya. (watiiir):-)
g. Sinisme
ex: Memang Andalah yg paling kaya yg dpt menguasai pelabuhan2 di negeri ini.
h. Sarkasme
ex: Tingkah lakumu sungguh membuat kami malu.
-Majas Pertautan
a. Metonimia
ex: Ia baru saja membeli Indomie.
b. Sinekdok
ex: Bandung meraih prestasi gemilang di bidang kesenian.
c. Alusi
ex: Tugu ini mengingatkan kita kpd para pahlawan yg telah gugur. (jadul)
d. Eufemisme
ex: Para tunarungu sedang menjalani tes kesehatan di PusKesMas.
-Majas Perulangan
a. Aliterasi
ex: Dara damba daku
b. Repetisi
ex: kakiku luka
luka kakiku
kakiku lukakah.
Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi.
Ritma adalah pengulangan kata, frase atau kalimat dalam bait puisi.
Apresiasi dapat diartikan sbg suatu langkah utk mengenal, memahami, dan menghayati suatu karya sastra.
-Unsur intrinsik: Tema, Alur, Watak, Tokoh, Latar, Amanat, Sudut Pandang dan Gaya Bahasa.
-Unsur ekstrinsik:
1. Latar belakang pengarang
2. Tujuan penulis
3. Latar sosial budaya
4. Latar belakang pendidikan.
Prosa adalah karya sastra yg bebas, tidak terikat oleh rima, irama dan bunyi seperti puisi.
Menurut isinya, prosa ada 2, i.e:
1. Prosa Fiksi (rekaan/khayalan).
Contoh: Cerpen, Novel, Dongeng.
Apresiasi prosa:
1. Tema
2. Alur/plot
a. Plot Ledakan
b. Plot Lembut
c. Plot Lembut Meledak.
Berdasar sifat:
a. Plot Terbuka
b. Plot Tertutup
c. Plot Campuran
3. Sudut Pandang
a. Sudut pandang maha kuasa
b. Sudut pandang orang pertama
c. Sudut pandang penilai
d. Sudut pandang objektif
4. Amanat
Prosa Nonfiksi (informasi faktual).
Contoh: Artikel, Tajuk Rencana, Opini, Feature, Biografi, Tips, Reportase, Iklan, Pidato.
Ada 4 metode pidato:
1. Metode improptu
2. Metode naskah
3. Metode hafalan
4. Metode ekstemporan.
MAKNA IDIOMATIK
1. Makna Denotatif dan Konotatif
Makna Denotatif adalah makna sebenarnya. Makna Konotatif adalah makna bukan sebenarnya.
2. Majas
-Majas Perbandingan
a. Asosiasi
ex: Cobaan ini seperti badai yg tiada henti.
b. Metafora
ex: Dia sampah masyarakat disini.
c. Personifikasi
ex: Mentari pagi tersenyum menyambut hari
d. Antitesis
ex: Anak itu malah bangga atas kegagalannya dlm tes masuk UN.
e. Pleonasme
ex: Saya melihat kejadian itu dgn mata kepala saya sendiri.
f. Tautologi
ex: Sang ibu mencintai anak yg merupakan darah dagingnya sendiri.
-Majas Pertentangan
a. Hiperbola
ex: Buku Harry Potters telah mengguncang dunia.
b. Litotes
ex: Kalau ibu berkenan mampirlah ke gubuk kami.
c. Ironi
ex: Rajin sekali Anda datang ke sekolah, bel masuk sudah berbunyi 7 jam yg lalu. Hehe..
d. Paradoks
ex: Dia kesepian di tengah keramaian kota.
e. Klimaks
ex: Jangankan sebulan, setahun, sewindu pun kamu akan kutunggu. (demi cinta lah)
f. Antiklimaks
ex: Jangankan seribu, atau seratus, serupiah pun aku tak punya. (watiiir):-)
g. Sinisme
ex: Memang Andalah yg paling kaya yg dpt menguasai pelabuhan2 di negeri ini.
h. Sarkasme
ex: Tingkah lakumu sungguh membuat kami malu.
-Majas Pertautan
a. Metonimia
ex: Ia baru saja membeli Indomie.
b. Sinekdok
ex: Bandung meraih prestasi gemilang di bidang kesenian.
c. Alusi
ex: Tugu ini mengingatkan kita kpd para pahlawan yg telah gugur. (jadul)
d. Eufemisme
ex: Para tunarungu sedang menjalani tes kesehatan di PusKesMas.
-Majas Perulangan
a. Aliterasi
ex: Dara damba daku
b. Repetisi
ex: kakiku luka
luka kakiku
kakiku lukakah.
Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi.
Ritma adalah pengulangan kata, frase atau kalimat dalam bait puisi.
SEL ELEKTROKIMIA
SEL ELEKTROKIMIA
1. Sel Volta: mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Contoh: akumulator dan baterai
2. Sel Elektrolisis: mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Contoh: tembaga dsb.
Persamaan dan Perbedaan Antara Sel Volta dengan Sel Elektrolisis
Sel Volta:
a. Elektroda positif disebut katoda yg bersifat reduksi
b. Elektroda negatif disebut anoda yg bersifat oksidasi
Sel Elektrolisis:
a. Elektroda positif disebut anoda yg bersifat oksidasi
b. Elektroda negatif disebut katoda yg bersifat reduksi
Keterangan:
Oksidasi= melepas elektron
Reduksi= menerima elektron
DERET VOLTA
' Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Ni Co Sn Pb H Cu Hg Ag Pt Au'
semakin kekiri letak suatu logam dalam deret volta maka logam tersebut semakin mudah teroksidasi, sebaliknya semakin ke kanan suatu logam tsb semakin mudah tereduksi.
POTENSIAL ELEKTRODA STANDAR (E' sel)
Rumus: E' sel = E' reduksi - E' oksidasi
1. Sel Volta: mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Contoh: akumulator dan baterai
2. Sel Elektrolisis: mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Contoh: tembaga dsb.
Persamaan dan Perbedaan Antara Sel Volta dengan Sel Elektrolisis
Sel Volta:
a. Elektroda positif disebut katoda yg bersifat reduksi
b. Elektroda negatif disebut anoda yg bersifat oksidasi
Sel Elektrolisis:
a. Elektroda positif disebut anoda yg bersifat oksidasi
b. Elektroda negatif disebut katoda yg bersifat reduksi
Keterangan:
Oksidasi= melepas elektron
Reduksi= menerima elektron
DERET VOLTA
' Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Ni Co Sn Pb H Cu Hg Ag Pt Au'
semakin kekiri letak suatu logam dalam deret volta maka logam tersebut semakin mudah teroksidasi, sebaliknya semakin ke kanan suatu logam tsb semakin mudah tereduksi.
POTENSIAL ELEKTRODA STANDAR (E' sel)
Rumus: E' sel = E' reduksi - E' oksidasi
Langganan:
Komentar (Atom)